Selamat Datang Di Blog Media Download and Science
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Media Download and Science,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Misteri ATLANTIS

Atlantis adalah misteri terbesar tentang sebuah tempat yang tidak pernah terjamah oleh manusia modern. Bentangan daratan dengan peradaban tinggi yang tenggelam beberapa ribu tahun silam. Pada akhirnya Atlantis dikenang sebagai mitos, bahan penting untuk terus mereproduksi kisah dan tragedi lewat buku dan film. Satu-satunya sumber mengenai keberadaan Atlantis berasal dari kitab karangan Plato, Timeaus and Critias yang ditulis 360 SM. Cerita tentang Atlantis ia
dapatkan dari kisah perjalanan Solon ke kota Sais yang terletak pada distrik Sais, Mesir Kuno. Para pendeta di kota itu bercerita tentang sejarah yang telah dilupakan oleh orang-orang Yunani tentang sebuah bangsa besar yang pernah menyerang nenek moyang mereka ribuan tahun yang lalu. Selama tiga abad setelah kematian Solon, cerita itu terpendam begitu saja hingga Plato mengungkapkannya lagi dalam bentuk dialog.
Di dalam Timeaus and Critias, Plato menceritakan tentang asal usul negeri Atlantis, sistem pemerintahan, ritual serta bagaimana banjir dan gempa besar menelan negeri dan perabadan itu sembilan ribu tahun sebelum masa hidup Plato. Plato tidak menjelaskan dimana posisi peradaban yang tenggelam itu. Ia hanya menjelaskan bahwa bentangan neger itu sama luasnya dengan gabungan Libya dan Asia Minor dimana di depannya tepat menghadap selat yang disebut sebagai Pillar Hercules.
Hingga saat ini, Atlantis tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia. Sebagian ahli menyebutnya sebagai mitos, lainnya menganggap itu kenyataan sejarah yang belum bisa diungkap oleh umat manusia. Lokasi tenggelamnya Atlantis menjadi inti perdebatan selama berabad-abad. Berbagai teori dan spekulasi muncul mengenai lokasi tenggelamnya. Lopez de Gomara menyatakan Atlantis terletak di Amerika. Kemudian tiga orang sejarawan Maya, Abbe Brasseur de Bourbourg, Augustus Le Plongeon dan Edward Herbert Thompson yang percaya bahwa orang-orang Indian Maya adalah keturunan langsung dari orang-orang Atlantis. Sebagian lagi mengangkat teori arkeolog Yunani Spyridon Marinatos yang menyatakan mitos Atlantis diambil dari kisah tenggelamnya Pulau Thera dekat Pulau Creta, Yunani.
Teori lainnya berasal dari William Lauritzen seorang Amerika yang coba menyelidiki keberadaan Atlantis secara komparatif dengan menautkan semua disiplin ilmu. Ilmuan itu berani memberikan hipotesa bahwa benua Atlantis yang tenggelam itu berada di lautan Nusantara.
Berdasarkan penelitian maka benua Atlantis dan peradaban awal umat manusia sebenarnya ada di Indonesia. Para peneliti AS menyatakan bahwa “Atlantis is Indonesia”. Hingga kini cerita tentang benua yang hilang (Atlantis) masih terselimuti kabut misteri. Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar.

Bagi para arkeolog atau oceanografer modern, Atlantis tetap merupakan obyek menarik terutama soal teka-teki dimana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebutkan bahwa benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik. Namun sebagian arkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.
salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.
Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, seperti bayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato. Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya “benua Atlantis”, bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru. Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.
memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulu kala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negara India. ”Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atau Kalimantan,” Salah Satu ARkeolog.
Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.
Enter your email address to get update from Media Download and Science .
Print PDF
Copyright © 2013. Media Download & Science - All Rights Reserved | Template Created by Media Download and Science Proudly powered by Blogger